bemstaipancabudinews.com | SIMALUNGUN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Panca Budi menghadiri Musyawarah Tingkat Wilayah (Muswil) yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi mahasiswa di kawasan Sumatra Bagian Utara, yang tidak hanya bertujuan memperkuat kohesi antarkampus, tetapi juga mengevaluasi kinerja serta menyusun formasi kepengurusan baru di tingkat wilayah.
Lebih dari sekadar forum rutin, Muswil kali ini dianggap sebagai momentum strategis untuk merumuskan haluan pergerakan mahasiswa, sekaligus menyelaraskan langkah BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumbagut menuju Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI XIX di Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, BEM STAI Panca Budi mengirimkan dua perwakilan, yakni Bennico Dwi Artha selaku Wakil Presiden Mahasiswa dan Muzakkir Ramadhan yang menjabat sebagai anggota Menteri Ekonomi dan Kewirausahaan. Kehadiran delegasi ini mendapat apresiasi dari Koordinator daerah BEM SI Sumatera Utara, Itsqon Wafi Fauzan Nasution. Menurutnya, partisipasi BEM STAI Panca Budi tetap patut diapresiasi meskipun presiden mahasiswa, Nia Ramadhani Damanik, tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. "Saya selaku korda mengucapkan terima kasih kepada BEM STAI Panca Budi atas delegasi yang dikirim, yakni Pak Wapres Beni dan Pak Adan. Meskipun Bu Pres Nia berhalangan hadir karena sakit, hal itu tidak mengurangi esensi keterlibatan kampus ini dalam Muswil," ujar Wafi.
Di tengah keterbatasan dukungan dari pihak kampus, Wakil Presiden Mahasiswa Bennico Dwi Artha menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah soal komitmen institusional dan reputasi BEM di tingkat nasional. "Ini menyangkut nama baik BEM di kancah nasional. Meski tidak ada bantuan dari pihak kampus, kami tetap bertekad hadir di Muswil ini dan melanjutkan partisipasi dalam Munas nanti. Kami percaya masih ada banyak pihak yang mendukung pergerakan mahasiswa secara substantif." tegas Bennico.
Sementara itu, Muzakkir Ramadhan, anggota Menteri Ekonomi dan Kewirausahaan, menyebut Muswil ini sebagai pengalaman formatif yang tidak tersia-siakan. Ia menilai forum ini membuka ruang interaksi dengan tokoh-tokoh mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatra Bagian Utara. "Ini adalah pengalaman pertama saya di organisasi. Banyak tokoh hebat di sini. Momen ini tidak akan saya lewatkan begitu saja—saya gunakan untuk menyerap pengalaman, memperluas wawasan, dan belajar dari figur-figur yang telah malang melintang di gerakan mahasiswa," pungkas Muzakkir. ASA

0 Komentar