bemstaipancabudinews.com ACEH TAMIANG - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama KOMPAS USU melakukan penyaluran bantuan dan pendataan aspirasi masyarakat di Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, dan Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin (5/1/2026). Kegiatan yang dipantau langsung oleh Koordinator Pusat BEM SI ini menegaskan peran ganda mahasiswa: sebagai penyalur bantuan kemanusiaan sekaligus kanal artikulasi politik warga terdampak bencana.
Dalam kunjungan lapangan, Koordinator Pusat BEM SI, Muzzammil Ihsan, menyampaikan kritik keras terhadap respons pemerintah dalam penanganan pascabencana. Ia menyatakan bahwa, setelah lebih dari satu bulan, pemerintah dinilai gagal menjadikan pembersihan material bekas bencana sebagai prioritas. “Situasi hingga hari ini masih memprihatinkan. Batang-batang kayu besar belum dievakuasi, sementara sebagian warga masih terpaksa tinggal di tenda darurat tanpa kepastian pembangunan kembali rumah mereka,” papar Muzzammil.
Lebih lanjut, ia menuntut intervensi tegas melalui penurunan alat berat secara massif. “Pemerintah harus segera menurunkan puluhan unit ekskavator atau alat berat lain untuk membersihkan puing dan kayu besar yang mengganggu aktivitas warga. Yang tak kalah penting, harus ada kejelasan waktu (timeline) rekonstruksi permukiman,” tegasnya.
Aspirasi serupa disampaikan oleh salah satu warga terdampak yang mengharapkan percepatan penyediaan hunian tetap. “Kami berharap pemerintah segera memberikan rumah layak huni agar kehidupan kami dapat kembali normal,” ujarnya.
Melalui aksi ini, BEM SI tidak hanya mendokumentasikan kondisi riil di lapangan, tetapi juga memposisikan diri sebagai pressure group, yang mendorong akuntabilitas negara dalam penanggulangan bencana dan pemulihan hak-hak dasar korban. DS

0 Komentar