![]() |
| (Foto bersama Wakil Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi bersama KRNS, Administrator KEK SEI Mangkei, dan Karang Taruna Kecamatan Bandar. Sumber: Admin) |
bemstaipancabudinews.com SIMALUNGUN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Panca Budi, Komunitas Relawan North Sumatra (KRNS), Administrator KEK Sei Mangkei, serta Karang Taruna Kecamatan Bandar menggelar aksi sosial penyerahan sembako kepada Nek Marni, seorang warga dhuafa di Sugarang Bayu, Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini diklaim bertujuan menjamin pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, dan kesehatan kaum lemah secara langsung.
Bagi mahasiswa, aksi ini disebut sebagai bagian dari pembelajaran sosial di luar kampus sekaligus implementasi ilmu untuk menyelesaikan problem kemiskinan di tingkat tapak.
Ketua Komunitas Relawan North Sumatra, Jonni Damanik, dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran KRNS berdasarkan informasi warga tentang kondisi Nek Marni. “Kami datang atas informasi masyarakat, dan kemarin telah dijumpai langsung oleh Bang Arozi Siagian. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi Nek Marni,” ujarnya.
Kepala Administrator KEK Sei Mangkei, Irwan Sitorus, mengucapkan terima kasih kepada KRNS dan BEM STAI Panca Budi atas kolaborasi tersebut. “Saya mewakili seluruh perusahaan siap mendukung kegiatan seperti ini. Ini juga tanggung jawab kami untuk menyejahterakan masyarakat di sekitar lingkungan KEK Sei Mangkei,” ungkapnya.
Namun, pernyataan paling tajam datang dari Wakil Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi, Bennico Dwi Artha Miran Putra. Ia tidak hanya menyampaikan empati, tetapi juga mendesak pemerintah secara terbuka. “Saya mendesak pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Simalungun, bahkan provinsi, untuk turun langsung membantu Nek Marni dan Masih banyak orang seperti Nek Marni. Tolong tegakkan UU Pasal 27 Ayat (2) dan Pasal 34 Ayat (1) dan (2),” tegasnya.
Kritik ini menyiratkan kegagalan negara dalam memenuhi hak warga miskin atas penghidupan layak, sebagaimana dijamin konstitusi. Alih-alih sekadar aksi amal, pernyataan Bennico menjadi catatan hitam bagi aparatus negara yang kerap absen di tengah warganya yang paling rentan. WN

0 Komentar