bemstaipancabudinews.com | SIMALUNGUN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Panca Budi turut serta dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Simalungun. Acara berlangsung di Aula Kantor Bawaslu setempat pada Selasa (9/06/2026).
Program ini dirancang sebagai wahana peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses demokrasi. BEM STAI Panca Budi memberangkatkan dua delegasi, yakni Nia Ramadhani Damanik, CPM (Presiden Mahasiswa) dan Nuha Nur Afifah, CPM (Sekretaris Jenderal).
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun, Adillah Feruari Purba, didampingi jajaran anggota: Eles Januari Sinaga, Diamanson Purba, Surya Indra Ariawan, Charles Munthe, serta Kepala Sekretariat Irwan Harahap.
Peserta yang diundang mencakup tiga kategori utama: siswa-siswi Sekolah Menengah Atas sebagai pemilih pemula, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan. Ketiga kelompok ini dinilai memiliki komitmen kolektif terhadap penguatan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan variabel kunci keberhasilan penyelenggaraan demokrasi. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat tidak hanya memperluas jangkauan pengawasan, tetapi juga mendorong terciptanya proses pemilu yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi, Nia Ramadhani Damanik, CPM, menyampaikan kesannya usai mengikuti kegiatan. “Kami memperoleh banyak pengetahuan, antara lain teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, mekanisme penyelesaian sengketa proses pemilu, serta strategi pemantauan. Ini merupakan bekal berharga bagi kami untuk terjun ke dunia pengawasan dan kepemiluan,” ujarnya didampingi Nuha Nur Afifah.
Melalui penyelenggaraan P2P, Bawaslu Kabupaten Simalungun bercita-cita melahirkan agen-agen pengawasan partisipatif. Mereka diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mengajak publik mengawal setiap tahapan pemilu demi terwujudnya pemilu yang berintegritas. UN


0 Komentar