STAI Panca Budi gelar acara pembagian Zakat Kepada Masyarakat Dan Mahasiswa

 

(Foto kegiatan pemberian zakat yayasan
Sumber: Admin)

bemstaipancabudinews.com SIMALUNGUN - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Panca Budi menggelar penyaluran zakat dari Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya kepada masyarakat sekitar kampus serta mahasiswa kurang mampu. Agenda yang berlangsung Senin (30/03/2025) itu disebut sebagai kegiatan rutin tahunan yayasan di bulan suci Ramadhan, meski pelaksanaannya baru terjadi pasca-Ramadhan karena alasan teknis.


Dalam logika institusi, kegiatan ini diklaim untuk menjalankan fungsi sosial, pendidikan, dan keagamaan secara simultan. Namun yang menarik, pembagian zakat kali ini secara eksplisit ditujukan untuk menjamin ketersediaan likuiditas bagi mahasiswa kurang mampu—terutama guna menutupi biaya operasional pendidikan seperti UKT, bahan ajar, hingga biaya riset yang kerap jatuh tempo di luar siklus musiman Ramadhan. Dengan kata lain, zakat difungsikan sebagai instrumen intervensi ekonomi pendidikan yang presisi.

(Foto Penyerahan Zakat oleh Ketua STAI kepada Masyarakat 
Sumber: Admin)


Ketua STAI Panca Budi, Hery Syahbanuddin, M.E, dalam sambutannya menyebut bahwa keterlambatan teknis tidak mengurangi esensi distribusi. “Ini merupakan kegiatan rutin kampus yang diadakan selama bulan Ramadhan. Namun karena ada sedikit teknis, pembagian zakat ini diberikan di luar bulan Ramadhan. Semoga dapat bermanfaat bagi yang menerimanya,” ujarnya dalam nada formal namun terukur.

(Foto pemberian Zakat dari salah satu dosen kepada mahasiswa 
Sumber: Admin)

Salah satu penerima manfaat, Bennico Dwi Artha Miran Putra, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa STAI Panca Budi, menyampaikan apresiasi dengan nada representatif. “Saya mewakili mahasiswa dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada yayasan dan seluruh civitas akademika STAI Panca Budi atas pemberian zakat ini. Semoga apa yang kita cita-citakan yaitu memajukan Universitas Panca Budi dan juga STAI Panca Budi dapat tercapai. Itu harapan kita semua,” tuturnya.


Di balik seremoni rutin, tersirat upaya menjaga keberlanjutan studi mahasiswa di tengah tekanan biaya yang tidak mengenal musim. Zakat tak lagi sekadar ritus tahunan, tetapi menjadi jaring pengaman di titik kritis kalender akademik. ASA

Posting Komentar

0 Komentar